~Eratkan Ukhuwah Gerakkan Islah~

 

~ Tuesday, July 13, 2004



Bismillaahirrahmaanirraheem...

Antara ilmu dan harta

"Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu.Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik" (Q.S.Yusuf 12:22)

Sepuluh orang kaum Khawarij mendatangi Khalifah ke-IV, Ali bin Abi Thalib Ra.
Mereka mendatangi Khalifah karena ingin menanyakan sesuatu, di samping rasa iri
terhadap kepandaian khalifah, baik dalam ilmu agama maupun lainnya. Rasuluilah
Saw pernah bersabda: "Aku ini kotanya ilmu pengetahuan, dan Ali adalah sebagai pintunya."

Sesampainya mereka dihadapan Khalifah Ali, mereka diterima dengan ramah, dan
Khalifah menganggap mereka sebagai tamu terhormat. Salah seorang dari mereka
membuka pertanyaan kepada Khalifah Ali: "Wahai Ali, kami adalah sepuluh orang yang diutus oleh kaum kami untuk mengajukan pertanyaan kepadamu, dan kami akan bergiliran bertanya kepadamu. Dan jawabanmu nantinya akan kami bawa pulang kepada kaum kami."

Khalifah Ali menjawab: "Baiklah kalau demikian. Dan apa yang akan kalian tanyakan padaku?"

"Wahai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu pegetahuan atau harta benda, dan
terangkan pula sebab-sebabnya?" tanya orang pertama. "Ilmu pengetahuan itu
adalah warisan para nabi, sedangkan harta kekayaaan adalah warisan Qarun, Syadad
dan lain-lain. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan lebih mulia daipada harta benda," jawab Khalifah Ali.

Kemudian orang kedua memberikan
pertanyaan: "Manakah yang lebih mulia ilmu
pengetahuan atau harta benda, dan jelaskan sebab-sebabnya?"

"Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmulah yang menjaga dan memelihara
pemiliknya, sedangkan harta yang empunyalah yang memelihara dan menjaganya,"
jawab Khalifah Ali. Setelah orang pertama dan kedua selesai dijawab oleh
Khalifah Ali, kemudian orang ketiga, keempat, kelima, hingga orang kesepuluh
mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang diajukan oleh orang pertama dan kedua.

Kepada penanya ketiga khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta,
kerana orang yang berilmu banyak sahabatnya, sedangkan orang yang banyak
hartanya lebih banyak musuhnya."

Kepada penanya keempat khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta,
kerana ilmu bila disebarkan atau diajarkan akan bertambah sedangkan harta kalau
diberikan kepada orang lain akan berkurang."

Kepada penanya kelima khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta,
karena ilmu tidak dapat dicuri, sedangkan harta benda mudah dicuri dan dapat
lenyap."
Kepada penanya keenam khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta,
kerana ilmu tidak bisa binasa, sedangkan harta kekayaan dapat lenyap dan habis
karena masa dan usia."

Kepada penanya ketujuh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta,
karena ilmu tidak ada batasnya, sedangkan harta benda ada batasnya dan dapat
dihitung jumlahnya."

Kepada penanya kedelapan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta,
karena ilmu memberi dan memancarkan sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan
hati serta menenangkan jiwa, sedangkan harta kekayaan pada umumnya dapat
menggelapkan jiwa dan hati pemiliknya."

Kepada penanya kesembilan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta,
karena orang yang berilmu mencintai kebajikan dan sebutannya mulia seperti si
'Alim, dan sebutan mulia lainnya. Sedangkan, orang yang berharta bisa melarat
dan lebih cenderung kepada sifat-sifat kikir dan bakhil."

Dan kepada penanya kesepuluh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia dan lebih
utama daripada harta kekayaan, kerana orang yang berilmu lebih mendorong untuk
mencintai Allah. Sedangkan harta benda dapat membangkitkan rasa sombong, congkak
dan takabur."

"Allah akan meninggikan orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan. ". (Q.S. Al MujaadIlah 58:11)

Selesai mendengarkan jawaban Khalifah Ali yang begitu cemerlang, kesepuluh orang
kaum Khawarij itu kagum, kerana satu pertanyaan dapat dijawab dengan
sepuluh jawaban. Kemudian, mereka kembali kepada kaumnya dengan rasa puas, dan
bertambah yakin bahwa Khalifah Ali benar-benar sebagai pintu gerbangnya ilmu.

"Tidak boleh seseorang menginginkan hak orang lain, kecuali dua hal : 1).
Seseorang yang diberi kekayaan harta oleh Allah, lalu digunakannya semata-mata
dalam perjuangan hak kebenaran. 2). Seorang yang diberi ilmu oleh Allah, maka
digunakannya dan diajarkannya kepada manusia". (H.R. Bukhari, Muslim).

Semoga Allah memberikan kita ilmu dan mengamalkannya serta menjadikan semakin tunduk dan patuh kepadaNya...ya Allah bukakanlah pintu makrifMu agar kami faham akan deenMu

Maa ashobani min hasanatin faminallah...wamaa ashobani min sayyiatin famin nafsi (segala yg baik tu dari Allah dan yg buruk tu dari diriku)

Wallahu a'lam bishowaab.Wassalam

posted by scouser at 8:00 AM