~Eratkan Ukhuwah Gerakkan Islah~

 

~ Saturday, September 25, 2004



Bismillaahirrahmaanirraheem...

KISAH ASHABUL UKHDUD dari surah Al-Buruj.

Kisah ini sangat penting untuk dijadikan rujukan dan ikutan kepada pemuda-pemudi Islam zaman ini kerana ia mengisahkan seorang pemuda yang berani kerana Allah s.w.t, hatta ditaruhkan nyawa sekalipun. Ilmu yang benar akan memimpin kita kepada Allah s.w.t, dan ini lah yang di ajarkan oleh pendeta (ahli Ibadat) sedangkan ilmu yang diajarkan oleh ahli sihir istana adalah bathil semata-mata. Tawaqqal dan berserahnya pemuda itu kepada Allah s.w.t menyebabkan bukan sahaja dia seorang, malah keseluruhan rakyat mendapat hidayah dan beriman kepada Allah s.w.t.Kita dapat mengikuti kisah pemuda ini tertera dalam Surah Al-Buruj dan diterangkan dengan jelas oleh Nabi kita Muhammad s.a.w dalm hadith baginda seperti berikut ;

Shuhaib bin Simaan Arrmmi ra. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Di masa dahulu ada seorang raja (Yahudi) yang mempunyai seorang yang ahli sihir, kemudian ketika ahli sihir telah tua ia berkata kepada raja: "Kini aku telah tua dan mungkin telah dekat ajalku, karena itu anda kirim kepadaku seorang pemuda yang dapat aku ajarkan kepadanya ilmu sihir"
Maka raja berusaha mendapat seorang pemuda untuk mempelajari ilmu sihir itu, sedang di tengah jalan antara tempat ahli sihir dengan rumah pemuda itu ada tempat seorang pendeta (ahli ibadah) yang mengajar agama, maka pada suatu masa pemuda itu singgah di tempat pendeta untuk mendengarkan pengajiannya, maka ia tertarik dengan ajaran pendeta itu sehingga jika ia terlambat datang kepada ahli sihir dia akan dipukul, dan bila terlambat kembali ke rumahnya juga dia dipukul, maka ia mengadu tentang kejadian itu kepada pendeta.
Maka diajar oleh pendeta jika terlambat datang kepada ahli sihir supaya berkata aku ditahan oleh ibuku, dan bila terlambat kembali ke rumah katakan: Aku ditahan oleh ahli sihir.

Maka berjalan beberapa lama kemudian itu, tiba-tiba pada suatu hari ketika ia akan (hendak) pergi, mendadak (tiba-tiba) di tengah jalan ada seekor binatang buas sehingga orang-orang (ramai) tidak berani jalan di tempat itu, maka pemuda itu berkata: "Sekarang aku akan mengetahui yang mana lebih yang lebih baik di sisi Allah apakah ajaran pendeta atau ajaran ahli sihir", lalu ia mengambil sebutir batu dan berdoa "Ya Allah jika ajaran pendita itu lebih baik di sisimu maka bunuhlah binatang itu supaya orang-orang dapat lalu lalang di tempat ini".Lalu dilemparkanlah batu itu, dan langsung terbunuh binatang itu. Dan orang ramai gembira karena telah dapat lalu lintas di jalan itu.

Maka ia langsung memberitakan kejadian itu kepada Rahib (pendita), maka berkatalah Rahib itu kepadanya : "Anda kini telah afdhat (pesan) daripadaku, dan anda akan diuji, maka jika diuji jangan sampai menyebut namaku". Kemudian pemuda itu dapat menyembuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit yang berat-berat pada semua orang.

Ada seorang pembesar dalam majlis raja dan dia telah buta karena sakit mata, ketika ia mendengar berita bahwa ada seorang pemuda dapat menyembuhkan pelbagai macam penyakit maka ia segera pergi kepada pemuda itu sambil membawa hadiah yang banyak, sambil berkata: "sembuhkan aku, dan aku sanggup memberikan kepadamu apa saja yang anda suka".

Jawab pemuda itu: "Aku tidak dapat menyembuhkan seseorang pun sedang yang menyembuhkan hanya Allah azza wajalla, jika engkau mahu beriman (percaya) kepada Allah, maka aku akan berdoa semoga Allah menyembuhkan mu".

Maka langsung dia beriman kepada Allah dan didoakan oleh pemuda dan seketika itu juga ia sembuh dengan izin Allah s.w.t.
Kemudian ia kembali ke majlis raja sebagaimana biasanya, dan ditanya oleh raja
"Hai Fulan siapakah yang menyembuhkan matamu" Jawabnya "Rabbi (Tuhanku)".
Raja bertanya: "Aku?".
Jawabnya "Bukan, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu iaitu Allah".
Ditanya oleh Raja "Apakah anda mempunyai Tuhan selain Aku?"
Jawabnya "Ya, Tuhan ku dan Tuhanmu ialah Allah".

Maka disiksa oleh raja seberat-beratnya siksa sehingga terpaksa ia memberitahu raja itu akan pemuda yang mendoakannya untuk sembuh itu.

Maka segera dipanggil pemuda itu lalu berkata "Hai anak sungguh hebat sihirmu sehingga dapat menyebuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit"

Jawab pemuda itu "Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun, hanya semata-mata Allah azza wa jalla". Raja itu pun bertanya "Adakah aku?", "Tidak" jawab permuda itu. maka tanya raja itu "Adakah engkau ada tuhan lain selain aku?" Jawab pemuda "Ya, Tuhanku dan Tuhanmu hanya Allah". Maka pemuda itu ditangkap dan disiksa seberat-beratnya sehingga terpaksa dia menunjukkan pada Rahib yang mengajarnya. Maka dipanggil Rahib dan dipaksa untuk meninggalkan agamanya, tetapi Rahib tetap bertahan dan tidak mahu beralih agama, maka diletakkan gergaji di atas kepalanya dan digergaji dari atas kepalanya hingga terbelah dua badannya.

Kemudian kembali pemuda itu diperintah untuk meninggalkan agama yang dianutnya (agama Islam), tetapi pemuda ini juga menolak perintah raja, Maka raja memerintahkan supaya pergi ke puncak gunung dan di sana juga supaya ditawarkan kepadanya untuk meninggalkan agamanya dan mengikuti agama raja, jika tetap menolak supaya dilempar dari atas gunung itu, maka ketika telah sampai di atas gunung dan ditawarkan kepadanya pemuda untuk berubah agama, dan ditolak oleh pemuda itu. Kemudian pemuda itu berdoa "Allahumma ikfinihim bimaa syi'ta: (Ya Allah selesaikanlah urusanku dengan mereka ini dengan aku sehendak-Mu)". Tiba-tiba gunung itu bergoncang sehingga mereka berjatuhan dari atas bukit dan mati semuanya, maka segeralah pemuda itu kembali menemui raja, dan ketika ditanya: "Manakah orang-orang yang membawamu?". Jawabnya: "Allah yang menyelesaikan urusan mereka".

Lalu pemuda itu diperintah untuk membawanya ke laut dan naik perahu, bila telah sampai di tengah laut ditanyakan padanya jika ia mau mengubah agama, jika tidak maka lemparkan ke dalam laut dan ketika telah sampai di tengah laut pemuda itu berdoa: "Allahumma ikfinihim bimaa syi'ta", maka tenggelamlah orang yang membawanya semuanya dan segeralah pemuda kembali menghadap raja. Dan ketika ditanya oleh raja "Bagaimana keadaan orang-orang yang membawamu?" Jawabnya: "Allah yang menyelesaikan mereka".

Kemudian pemuda itu berkata kepada raja "Engkau takkan dapat membunuhku kecuali jika engkau menurut perintahku maka dengan itu engkau akan dapat membunuhku" Raja bertanya: "Apakah perintahmu?" Jawab pemuda: "Kau kumpulkan semua orang di suatu lapangan, lalu engkau gantung aku di atas tiang, lalu anda ambil anak panah milikku ini dan kau letakkan di busur panah dan membaca: Bismillahi Rabbil ghulaarn (Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini), kemudian anda lepaskan anak panah itu, maka dengan itu anda dapat membunuhku". Maka semua usul pemuda itu dilaksanakan oleh raja, dan ketika anak panah telah mengenai pelipis pemuda itu ia mengusap dengan tangannya dan langsung mati, maka semua orang yang hadir berkata: "Aamannaa birrabil ghulaam (Kami beriman kepada Tuhannya pemuda itu)". Sesudah itu ada orang memberitahu kepada raja bahwa semua rakyat telah beriman kepada Tuhannya pemuda itu, maka bagaimanakah usaha untuk menghadapi rakyat yang banyak ini. Maka raja memerintah supaya di setiap jalan digali parit dan dinyalakan api, dan tiap orang yang berjalan di sana, dan ditanya lentang agamanya, jika ia telap setia pada kami biarkan, tetapi jika ia tetap percaya kepada Allah masukkanlah ia ke dalam parit api itu.

Maka adanya orang berjejal-jejal (berbaris-baris) dorong mendorong yang masuk di dalam parit api itu, sehingga tiba seorang wanita yang menggandong(membawa) bayinya yang masih menyusu, ketika bayinya diangkat oleh pengikut-pengikut raja untuk dimasukkan kedalam parit berapi itu, wanita itu hampir menurut mereka berganti agama karena sangat belas kasihan pada anaknya yang masih kecil itu, tiba-tiba anak bayi itu berbicara dengan suara lantang: "Sabarlah hai ibuku karena kau sedang mempertahankan yang hak.
(H.R. Ahmad, Muslim dan Annasa'i)

Berkata Ibnu Abbas kisah ini berlaku 70 tahun sebelum Nabi saw.

Maa ashobani min hasanatin faminallah...wamaa ashobani min sayyiatin famin nafsi (segala yg baik tu dari Allah dan yg buruk tu dari diriku)
Wallahu a'lam bishowaab.Wassalam

posted by scouser at 8:47 PM

 

~ Friday, September 24, 2004

Bismillaahirrahmaanirraheem...

Alhamdulillah,segala puji dan syukur dipanjatkan pada Allah,Tuhan sekalian alam kerana limpah dan kurniaNya aku masih lagi dpt menghirup udara di alam yg fana ini.Paling penting yg kita perlu ingat adalah nikmat Iman dan Islam yg jarang2 sekali org lain kecapi.So Insya Allah aku akan sambung kisah perjalanan aku kat UK pada summer lps.

So lps bermalam di Lancaster kitorang amik train ke Liverpool.Aku ngan pitman bertolak seawal jam 9 pagi sbb kitorang tak leh bermalam di Liverpool.So kitorang bertolak dari Lancaster dan transit di Preston.Dari Preston terus direct ke Lime St,Liverpool.Perjalanan amik masa dlm 2 jam lebih.Hati berdebar2 sbb dah lama tak balik ke Liverpool.Cam mane la rupa Liverpool skrg.Lagipun Liverpool ni antara bandar yg paling bahaya dlm UK,lagi la cuak dlm train tu.Dlm train plak,weather hujan sepanjang jalan.Rasa cuak gak sbb kalau hujan cam mane nak jalan2 sekitar Liverpool.Bila dah dekat nak sampai Liverpool tu dah mula dgr bahasa pelik2.Slang Liverpool ni dipanggil Scouse sbb English derang campur ngan Irish.Liverpool ni ramai Irish.So org Liverpool dipanggil Scouser,pelik kan?But the rhythm is so nice.Walaupun susah nak tangkap apa yg derang ckp,bunyinya still sedap didgr sbb unik sangat.Ada sekali tu masa tgh jln2 dlm bandar,kitorang try dgr apa yg Scouser ckp.Nak belaja la kononnya.Ada yg dpt tangkap apa yg derang ckp,ada yg tak paham langsung.Ada sekali tu kitorang tak paham langsung org blkg kitorang ckp.Tingginya level Scouse dia.Sekali toleh,org India rupanya...hehehe...derang tak ckp Scouse pun,cuma English derang tu nada nye nada Indian la.Kelako sket bunyi...pepahama jela...hehehe.Railway yg nak masuk ke Lime St tu gelap semacam je,cam tempat mat dadah.Cuak gak tgk sekeliling jalan ketapi tu.

Akhirnya sampai gak ke Lime St.Lawa plak rupanya Railway Station dia,tp nak masuk ke situ punya la kotor ya Rabbi.Bila dah sampai tu aku terus call abg Johan (Abg Faisal).Alhamdulillah kali ni dia angkat cellphone dan terus gerak amik aku.On the way ke umah dia tu,dia bawa keliling bandar Liverpool kejap.Just tunjukkan area university.Pastu dia citer la dia baru repair tingkap keta sbb baru2 ni hooligans pecahkan tingkap keta dia.Adeh,gerun plak aku dgr.Akhirnya sampai pun kami ke area Toxteth,area kat mana aku duduk dulu.Abg Faisal ni pun dekat ngan umah lama aku.So sblm gerak kitorang makan lunch dulu.Isteri abg Faisal masak nasi ayam.Best wooo.Pastu kami solat zohor di Masjid Ar Rahmah,tempat aku selalu main2 time kecik2 dulu.Ya Allah,tak tau nak ckp cam mane betapa tersentuh hati aku time tu.Tak sangka akan dpt balik semula ke Liverpool setelah sekian lama.Masjid pun dah makin besar.Dan yg lebih menyeronokkan hati aku separuh drpd tempat solat tu penuh dgn jamaah solat.Waktu zohor plak tu.Bkn senang nak tgk ramai jamaah solat pada waktu zohor di mana2 tempat sekali pun.Maka bermula la pencarian kawan2 ayah aku dlm masjid tu.Akhirnya aku jumpa sorang atuk ni,nama dia Musa.Asal dari Ganu dan dulunya kelasi kapal.Alhamdulillah rajin atuk ni dtg masjid.Yg lg lucu,board waktu solat ditulis dlm bahasa melayu.Aku rasa ada org Mesia yg sponsor..."Jadual Waktu Sembahyang"...aku tersenyum sendirian tgk board tu.Nasib aku tak baper baik sbb tak dpt jumpa kawan2 ayah aku selain atuk Musa td.Dia kata takpe,nanti dtg lagi lps asar.

So,abg Faisal bawa kitorang jalan ke Jermyn St.Ni la jalan umah lama aku.Kelab Melayu Liverpool pun kat sini gak.Seram gak aku lalu lorong tu.Byk umah dah roboh dan rosak.Takde org duduk pun kat area situ.Sape yg berani pun.Toxteth ni mmg terkenal dgn riot.Riot paling besar berlaku in 1981,sampai di bawa ke parlimen.Punca berlakunya riot tu sbb org kulit hitam tak puas hati derang idup dlm kesusahan.Nasib derang seolah-olah diabaikan oleh kerajaan British.Abis bank dibakarnye.Mujurla mak ayah aku selamat time tu.So kitorang pun masuk la dlm kelab melayu tu.Kelab melayu ni bkn cam kelab umno.Kira ni cam kelab utk kumpulkan org2 Malaysia di Liverpool.Dlm tu aku jumpa atuk Md Noor dan atuk Majid.Atuk Md Noor ni asal melaka,umo plak 70 lebih.Atuk Majid plak dari melaka gak,tp umo dah 82 tahun.Dia sampai kat Liverpool ni in 1939,sblm perang dunia kedua lagi.Alhamdulillah derang still ingat ayah aku.Mostly ingat lagi ayah aku sbb suara ayah aku sedap.Ayah aku selalu jd muazzin kat masjid ar rahmah tu.Aku still ingat lagi ada sekali kitorang ke Liverpool in 1993.Kitorang sampai masjid tu dlm waktu zohor.Ada sorang pak arab sapa ayah aku.Dia tanya ni Jamil ke.Ayah aku punya la seronok sbb brother tu ingat dia lagi.Yg lebih menarik lagi,ayah aku diberi penghormatan melaungkan azan utk solat zohor.Imam masjid tu umah dia sebelah masjid.Masa tu dia tak berapa sihat.Dia terkejut dgn bunyi azan tu.Dia rasa cam dia penah dgr suara ni dulu.Terus dia turun ke masjid nak tgk sape azan.Rupa2nya ayah aku,punya la hepi dia time tu.Ada sorang atuk somali ni pun cam tu gak.Masa dia duduk dgr azan tu,dia rasa cam penah dgr azan ni.Dia panggil sorang temankan dia jumpa ayah aku sbb dia tak reti ckp english.So brother tu translate kan utk ayah aku.Dia kata dia penah dgr suara ni 10 tahun lalu.Mmg ayah aku seronok sangat2 dpt balik ke Liverpool sbb ramai yg masih ingat dia lagi.So berbalik ke citer asal td di Kelab Melayu.Aku tak lepak lama sangat kat kelab tu sbb masa tak byk.

Kuar je dari kelab tu aku terus cari umah lama aku.Ya Allah,dah takde rupa umah dah.Takde org duduk dah pun.Jd tempat jin bertendang.Sayu gak bila tgk umah tu.Kat umah ni la ayah aku ajar mak aku baca Quran,umah ni gak la mak aku buat kuih pagi2 utk dijual,umah ni gak la umah pertama aku sejak dilahirkan ke dunia.Aku tak berani lelama kat situ sbb bahaya sangat.Then abg Faisal bawa kitorang ke bandar sbb kebetulan ada Mersey Festival.Festival ni kira sempena mengingati River Mersey sbg pelabuhan yg terpenting di Europe dulu kala.In fact Titanic bertolak dari pelabuhan Liverpool gak.Byk program menarik kat keliling Liverpool.Kalau kat Albert Dock tu ada pertunjukan replika kapal perang dan kapal lama2.Pastu kat seberang Albert Dock plak ada program mesra polis bersama rakyat.Ada pertunjukan pancaragam polis dan keta2 lama polis.Pastu kitorang pi kat satu tugu ni tak jauh dari jeti feri.Tgk2 list nama tu ada nama org melayu.Besar gak jasa org melayu pada pelayaran di tanah Liverpool ni.Bkn satu nama,tp ada 2 atau 3 yg aku nampak.Aku tak dpt bayangkan apa famili derang di tanah air rasa sbb zmn dulu2 bkn ada email ke ape.Mesti derang tertanya2 apa la kaba sedara mereka yg belayar ke Liverpool tu.Walhal nyawa mereka sebenarnya sudah pun dijemput Ilahi.

Pastu kitorang dibawa ke Royal Liver Bldg.Aku tak tau apa sejarah bangunan ni.Tapi for sure bangunan ni lambang kebesaran ataupun landmark Liverpool.Selain tu kitorang dibawa ke China Town yg agak besar jugak la.Then kitorang dibawa ke satu Cathedral yg paling besar di Europe.Cathedral tu dibina oleh sume rakyat Liverpool,takde labor digunakan and was built way back in 19th centuries.Pastu ada satu gereja ni salah satu tinggalan perang dunia kedua.Dlm church tu hancur tp luarnya masih elok lagi.Bom jatuh exactly dlm bangunan church tu,so bahagian luar church tu tak terjejas la.Ada satu lagi bangunan pentadbiran yg juga penah kena bom masa perang dunia dulu.Tapi bangunan tu tak terjejas,cuma ada kesan2 hitam terbakar je.Secara ringkasnye Liverpool dlm proses pembangunan semula sbb British govn nak jadikan Liverpool as Capital of Europe utk culture.Anyway mmg byk tinggalan sejarah pun kat Liverpool ni.So bykla bangunan yg dipelihara dan dipulihara dgn funding dari EU.Abg Faisal bawa gak kitorang ke satu jalan ni.Jln ni la tempat bermulanya karier The Beatles,kump muzik popular di dunia satu masa dulu.Demam Beatles sepanjang jalan tu.Taksub betul derang kat The Beatles ni.

Dah abis round bandar tu kitorang balik semula ke masjid utk solat asar.Masya Allah jamaah solat still ramai cam waktu zohor td.Seriously aku tak penah nampak jamaah solat ramai cam ni pada waktu solat asar dan zohor.Sbb waktu cam ni org tgh sibuk bekerja,mmg susah la nak dpt jamaah solat yg ramai.Akhirnya dpt gak jumpa sorang kawan rapat ayah aku.Brother Muhammad dari Yaman.Dia ni berniaga jual daging halal.Atuk Musa tu bawa aku jumpa dia.Aku tanya dia,kenal tak brother Muhammad sbb ayah aku suruh sampaikan salam kat brother Muhammad tu.Dia senyum je,dia kata dia la brother Muhammad yg ayah aku maksudkan tu.Masya Allah indah betul ukhuwah.Dia pun still ingat ayah aku lagi..."I cannot remember you though because you were too small at that time"...ehe aku tak kisah sangat pun.Dpt menggembirakan kawan2 ayah aku pun dah cukup.Aku ingat lagi ustazah kata kalau nak dpt pahala berbakti pada mak ayah time ketidaan derang,berbuat baiklah pd kengkawan derang.Semoga usaha aku ni diterima Allah...ameen.Dia cite ayah aku yg ajar dia baca Quran dulu2...part time tu aku cam kurang yakin sket.Hehehe...bkn ape,dia tu org arab.Takkan le tak reti baca Quran,tp mungkin ada benarnye.Wallahu a'lam.

Lps solat asar tu,kitorang minum ptg kat umah abg Faisal.Pastu dia minta kitorang tolong dia repair exhaust keta dia.Best gak sbb selama ni aku tak penah repair keta.Byk gak benda yg aku belaja.Pastu sblm anta kitorang ke railway station,abg Faisal bawa kitorang ke Anfield,stadium Liverpool Football Club....waaa best gile.Bergambar sakan aku kat situ.Tapi yg menyedihkan,stadium je lawa.Kawasan sekeliling stadium tu penuh dgn umah org miskin.Kotor dgn sampah sarap.Bola sepak sanggup plak derang spend berjuta-juta,tp utk mereka yg satu spesis dlm kesusahan buat tak tau je.Memula abg Faisal nak bawa ke Goodison Park,stadium Everton.Tapi since dah takde masa,terpaksala batalkan niat di hati.

So kitorang naik train dlm jam 6 ptg.Sedih pun ada gak nak tinggalkan Liverpool.Ntah bila la aku dpt dtg sana balik.On the way ke coventry tu lalu la area Birmingham sume.Nampak la Villa Park,stadium Aston Villa Football Club.OKla,cukup sampai sini dulu kot.Kalau nak tgk gambar2 kat Liverpool leh la click kat sini.

Maa ashobani min hasanatin faminallah...wamaa ashobani min sayyiatin famin nafsi (segala yg baik tu dari Allah dan yg buruk tu dari diriku)
Wallahu a'lam bishowaab.Wassalam

posted by scouser at 11:16 PM

 

~ Thursday, September 23, 2004



Bismillaahirrahmaanirraheem...

Siri Ramadhan (5-7)

Siri 5

Apakah petanda mereka yang berjaya menjalani ibadah puasa dengan cemerlang. Ini satu soalan yang relevant. Kalau kita lihat suasana hari Raya maka kita akan mengatakan bahawa sebahagian besar umat Islam berjaya menjalani ibadah puasa berdasarkan kepada kegembiraan yang tergambar pada wajah masing-masing di pagi raya dengan pakaian serba baru dan penuh bergaya. Semua orang bergembira dan gembira adalah petanda bahawa mereka telah berjaya.

Begitu 'gembira'nya mereka sehingga mereka pusing satu kampung menziarahi sanak dan taulan dari pagi sehingga senja. Masuk hari raya kelimapun tak habis rumah rakan-rakan diziarahi. Begitu gembira dan asyiknya mereka dalam kegembiraan itu sehingga mereka samada meninggalkan sembahyang atau menangguhkannya (qada' kononnya). Begitu juga gembiranya mereka sehingga bertandang ke rumah 'bakal mertua' dengan pasangan masing-masing berdua-duan berpimpin-pimpin tangan. Sampai ke rumah 'bakal' disambut mesra oleh keluarga 'si anu'- berkenal-kenalan dan bermesra. Begitu gembiranya mereka sehingga tidak lagi menjaga adab-adab dan batas-batas percampuran lelaki dan perempuan. Mereka hias tubuh badan mereka dengan pakaian mengikut fesyen terkini tanpa memperdulikan had-had yang dibenarkan oleh syara' dalam soal menutup aurat. Mereka juga bergembira menonton rancangan-rancangan Hari Raya tanpa memikirkan samada ianya bersesuaian dengan adab dan akhlaq Islam.

Memang benarlah hadis Rasulullah saw. "Untuk orang yang berpuasa dua kegembiraan iaitu sewaktu berbuka (Hari Raya) dan sewaktu mereka mengadap Tuhannya".

Kegembiraan yang diluahkan oleh sebahagian besar masyarakat pada hari ini sangat jauh dari kegembiraan yang dimaksudkan oleh hadis Rasulullah saw di atas. Hari Raya atau Eid Fitr adalah hari di mana umat Islam dirayakan kerana telah menjalani satu bentuk ibadat yang dengan penyempurnaan ibadah itu mereka kembali kepada fitrah mereka yang asal. Apakah dia fitrah manusia yang asal? Iaitu kembali berubudiah atau beribadah kepada Allah dalam ertikata yang sebenarnya. Dengan menjalani latihan intensif Ramadhan jiwa manusia dididik untuk mengengkari kehendak-kehendak nafsu yang tidak bersesuain dengan apa yang telah digariskan oleh syara'. supaya manusia dapat memanfaatkan latihan ini dengan maksimum maka Allah swt telah membelenggu para syaitan pada bulan tersebut Dengan berpuasa manusia menyatakan kesetiaan yang tidak berbelah bagi kepada allah swt. Dengan menjalani ibadah puasa manusia berikrar untuk taat hanya kepada Allah swt. Ibadah puasa menguatkan jiwa manusia supaya iltizam dengan batas-batas (hudud) Allah swt. Jiwa manusia akan menjadi lembut untuk melaksanakan segala perentah Allah swt dan sebaliknya tegas di dalam mengawal diri dari melanggar apa-apa yang menjadi laranganNYA.

Mereka yang berjaya menjalani ibadah puasa ini akan keluar dengan 'ketrampilan' yang lebih baik di sisi Allah swt. Ibadah puasa membentuk dirinya untuk menjadi muslim dalam ertikata yang sebenarnya. Dia akan menjadi lebih peka dengan tuntutan deen dan tidak akan mempermudahkan segala peraturan deen. Dia akan mendirikan solat serta tidak akan meninggalkannya. Dia akan menjaga batas-batas aurat dan pergaulan serta menjauhi 'zina' dengan menutup semua pintu-pintu ke arahnya. Dia akan menjauhi semua yang telah diharamkan oleh Allah swt baik dalam soal diri dan hartanya. Dia akan memerhatikan semua urusan hidupnya agar ianya berjalan menurut apa yang dikehendaki oleh Allah swt....dan dia akan berusaha melaksanakan semua tuntutan iman ke atas dirinya....termasuk da'wah dan jihadnya.

Inilah pada pandangan kita petanda mereka yang berjaya menjalani ibadah puasa dengan cemerlang.

Siri 6

Allah swt befirman melalui satu hadith qudsi yang masyhur "Puasa adalah untukKU maka AKUlah yang akan mengganjarinya". Hadis ini menunjukkan besarnya nilai ibadah puasa di sisi Allah swt. Kita semua maklum berdasarkan dari maksud hadis bahawa setiap 'hasanat' (kebajikan) diganjari oleh Allah ada sehingga 10 kali ganda dan ada sehingga 700 kali lipat. Begitulah pemurah dan 'generous'nya Allah swt di dalam memberi ganjaran kepada hamba-hambanya. Dari banyak-banyak hasanat ini Allah swt telah memilih ibadah puasa sebagai satu ritual yang paling istimewa sehingga siapa yang melakukannya dengan ikhlas dan sempurna akan memperoleh balasan yang sama sekali tidak dapat dihitung dan diduga.

Mengapa ibadah puasa ini begitu sekali darjatnya berbanding dengan ibadah-ibadah yang lain. Jawabnya ibadah puasa ini adalah satu ibadah yang 'rahsia' yang tidak diketahui melainkan oleh sipelakunya dengan Allah swt. Hanya Allah sahaja yang mengetahui samada si fulan dan si fulan benar-benar berpuasa. Orang lain tidak dapat mengetahui dengan pasti samada seseorang itu berpuasa atau berpura-pura. Berbeza dengan ibadah lain seperti solah, zakat, hajj dll boleh dipraktikkan serta mekanik (ritualnya) dapat dilihat dengan jelas, ibadah puasa tidak dapat dilakonkan dan tidak dapat ditonton. Ibadah sembahyang jelas dari perbuatan ruku', sujud, i'tidal dsbnya. Ibadah haji dapat dilihat dengan penyempurnaan rukun-rukun dan wajib haji seperti berihram, tawaf, sa'i dan melontar. Ibadah zakat boleh dilihat dari perbuatan aqad dan penyerahan harta/pembahagian wang zakat. Ibadah puasa tidak dapat ditentukan dengan sahur dan iftar serta terawikhnya. Orang boleh sahaja bangun sahur dan turut serta berbuka puasa namun samada sepanjang hari dia benar-benar berpuasa tidaklah dapat dipastikan.

Lantaran itulah Allah swt mengatakan ibadah puasa itu adalah untukNYA. Berdasarkan kepada bentuknya yang tersembunyi maka ia merupakan antara ibadah yang paling mudah terpelihara dari sudut keikhlasannya. Ini dapat kita fahami dengan mudah. Kita menahan nafsu makan, nafsu minum, nafsu senggama, nafsu melihat, mendengar dan berkata-kata yang sesia hanya kerana Allah swt dan tidak ada yang tahu pergelutan dalam jiwa kita di dalam menekan kehendak -kehendak nafsu kita melainkan Allah jua. Jelaslah di dalam melaksanakan ibadah puasa ini kita tidak ada kepentingan-kepentingan lain selain dari mencari keredhaan Allah semata-mata. Maka wajarlah Allah swt memandang tinggi hamba-hambanya yang berpuasa semata-mata kerana mentaatiNYA.

Dalam pada itu saudara-saudari ada juga mereka yang malang. Telah Allah beri insentif yang begitu banyak melalui ibadah puasa ini ada di kalangan kita (mudah-mudahan tak termasuk kita) yang tidak memperoleh apa-apa selain lapar dan dahaga. Mereka sama berniat, bersahur, berlapar dan menahan rasa dahaga, berbuka dan kemungkinan sama bertarawikh tetapi ibadah mereka tidak mendapat sebarang penilaian di sisi Allah swt. Di manakah kecacatan puasa mereka sehingga usaha mereka menjadi sia-sia?

InsyaAllah diberi kekuatan kita sama-sama tinjau apa dia yang dikatakan puasa yang kosong dari sebarang pahala dalam siri yang berikutnya, InsyaAllah.

Siri 7

Ulama kontemperori yang tidak asing lagi Abul A'la Maududi mengatakan "Puasa melakukan bagi seorang muslim setahun apa yang dilakukan oleh solat setiap hari." Puasa yang datangnya setahun sekali merupakan satu institusi yang disediakan oleh Allah swt bagi manusia 'reassert' pengubudiahan mereka kepadaNYA sebagaimana mereka reassert status pengubudiahan itu setiap hari melalui solat lima waktu dalam sehari semalam.

Ibadah puasa yang dilakukan tidak lain bertujuan untuk mengingatkan manusia bahawa mereka adalah 'hamba' kepada Tuhannya. Sebagai hamba atau 'abd' mereka ini perlu mengiktiraf penguasaan Allah swt yang mutlak dan absolute ke atas kehidupan mereka. Mereka perlu mengiktiraf bahawa Tuhan adalah Rabb sekaligus Ilah kepada manusia. Pengiktirafan ini perlu terserlah di dalam kehidupan - baik dalam hubungan mereka dengan Khalik (Tuhan sendiri) mahupun dengan manusia. Dalam kata lain dia harus menyembah Allah swt dalam semua segi dan aspek baik ianya dari sudut individu, kekeluargaan, kemasyarakatan mahupun kenegaraan.

Di dalam merealisasikan hakikat 'kehambaan' dalam kehidupan ini manusia selalu alpa dan cuai. Lantaran itu manusia perlu kepada satu bentuk institusi 'berkala' yang mana dengannya manusia dapat mengembalikan kehidupannya di atas paksinya setiap kali mereka alpa dan cuai. Institusi berkala ini adalah tanda rahmat dan kasih sayang Tuhan kepada manusia agar manusia tidak terus hanyut di dalam kecuaiannya. Di dalam konteks inilah maka Allah swt mewajibkan beberapa bentuk ibadah khusus sebagai amalan yang akan menyelamatkan manusia selama mana mereka hidup di atas muka bumi Allah ini. Institusi solat diwajibkan agar manusia kembali mentauhidkan Allah dan berubudiah kepadaNYA setelah kemurnian tauhid mereka mungkin terjejas di dalam menjalani kehidupan dalam sehari semalam. Kadang-kadang kemurnian tauhid yang menjadi pengangan insan tadi tercemar oleh tekanan-tekanan dari dalam (berupa runtunan nafsu) dan tekanan-tekanan dari luar (Sistem-sistem dan peraturan yang menyimpang dari syariat). Ibadah solat dating untuk mengembalikan kemurnian Tauhid tadi dan membawa hati dan hidup manusia dari sembahan-sembahan palsu (nafsu keinginan, harta dan kemewahan, sistem dan peraturan hidup dan pemerentahan) kepada sembahan yang sebenarnya.

Sebagaimana solat mengembalikan kehidupan dan ingatan manusia kepada Tuhan yang sebenarnya setiap hari maka ibadat puasa memenuhi fungsi yang sama setahun sekali tetapi dalam bentuk yang lebih intensif. Ianya adalah satu bentuk pentarbiyahan 'on top' of pentarbiyahan harian yang kita lalui melalui ibadat solat. Dengan adanya institusi berkala ini maka kemurnian Tauhid kita terpelihara dari satu waktu solat kepada waktu solat yang berikutnya, dari satu bulan Ramadhan kepada Ramadhan yang berikutnya. Institusi berkala inilah satu-satunya mekanisme yang terbaik untuk menjamin bahawa manusia terus-terusan menyembah Allah swt selama hayat dikandung badan.

Maka bagaimanakah kedudukannya mereka yang meninggalkan atau mencuaikan tuntutan ibadah tersebut di dalam kehidupan? Apakah ada jaminan bahawa mereka ini terus berada di dalam pengubudiayaan kepada Allah swt? Apakah dapat dipastikan bahawa mereka akan mengakhiri hidup ini sedang mereka berada di dalam keadaan 'menyembah' Allah swt dalam ertikata yang sebenar.

.....sungguh kita meragukan.... Ya Allah jadikanlah seluruh kehidupan kami ini
dalam keadaan kami menyembah ENGKAU dan matikanlah kami dalam keadaan kami
menyembah ENGKAU. Ameen Ya Rabb...

Maa ashobani min hasanatin faminallah...wamaa ashobani min sayyiatin famin nafsi (segala yg baik tu dari Allah dan yg buruk tu dari diriku)
Wallahu a'lam bishowaab.Wassalam






posted by scouser at 9:51 PM

 

~ Wednesday, September 22, 2004

Jujurnya si anak kecil



Bismillaahirrahmaanirraheem...

Pada suatu hari, seperti hari-hari kebiasaannya, anak - anak kecil dari sebuah tabika akan berkumpul untuk mendengar tentang kebesaran Allah melalui seorang ustaz....

"baiklah hari ini ustaz nak bercerita tentang syurga" uztaz tersebut memulakan bicara.

lalu beliau berceritalah mengenai faedah - faedah yang diperolehi umat manusia apabila masuk ke syurga.... "dalam syurga macam – macam kita boleh minta, kita boleh minta rumah besar..." ujar ustaz itu lagi . Anak - anak kecil tadi yang kusyuk mendengar cerita daripada uztaz tersebut semuanya gembira akan apa yang ustaz ceritakan.

Kemudian ustaz tadi menyambung lagi….

"Baiklah sekarang ustaz nak cerita tentang neraka pula" kata ustaz itu lagi.

Lalu beliau berceritalah mengenai azab – azab di neraka, serta keadaan orang –orang di neraka. Anak – anak kecil tadi berasa gementar apabila ustaz adi bercerita mengenai azab neraka...
Kemudian, ustaz itu menanyakan soalan kepada anak – anak tersebut.

"Baiklah siapa yang mahu ikut pergi ke syurga ?"
Kesemua kanak – kanak tadi mengangkat tangan, kecuali seorang budak, tunduk melihat lantai...
"Siapa pula yang tidak mahu pergi ke neraka ?" tanya ustaz itu lagi..
Kesemua mengangkat tangan... kecuali seorang budak tadi..
Ustaz tadipun melihat budak tadi dengan kehairanan.
"Kenapa kamu tak mahu ikut pergi syurga?"Tanya ustaz tersebut.
"bukan saya tak mahu ikut ustaz, tapi..."
"Tapi apa?"
"tapi, mak saya cakap ..., lepas kelas nanti terus balik rumah... jangan ikut sesiapa"

Ustaz tadi pun menepuk dahi mengenangkan kelakuan anak muridnya.

Maa ashobani min hasanatin faminallah...wamaa ashobani min sayyiatin famin nafsi (segala yg baik tu dari Allah dan yg buruk tu dari diriku)
Wallahu a'lam bishowaab.Wassalam

posted by scouser at 6:56 PM



Bismillaahirrahmaanirraheem...

Siri Ramadhan (1-4) oleh Dr Hafidzi Nor

Siri 1

Sedikit masa lagi insyaAllah kita akan dijengah oleh Ramadhan, bulan yang keistimewaannya telah sama-sama kita maklumi. Sesuai dengan kebesaran dan keistimewaan Ramadhan maka begitu jugalah keghairahan kita di dalam menyambut kedatangannya. Sebagaimana yang pernah kita dengar, kita merasa tidak sabar 'farhan' - hati kita terlonjak-lonjak dan kita menghitung-hitung hari bila kita akan masuk ke bulan Ramadhan. Hati kita tidak sabar untuk mengisi Ramadhan kali ini dengan puasa yang diterima oleh azawajal, puasa yang merubah syakhsiah diri kita, dengan ibadat-ibadat malam, dengan mengalunkan ayat-ayat Quran, dengan sadaqah dan lainnya. Keghairahan ini perlu kita zahirkan dengan melatih diri dengan melakukan sebanyak-banyak ibadat apatah lagi pada bulan sya'ban yang fadhilat beramal di bulan ini telahpun diperjelaskan dalam beberapa banyak hadis Rasulullah saw. Puasa sunat antara lain. Inilah masa yang terbaik untuk membentuk tabiat beramal - supaya apabila kita keluar dari bulan Ramadhan nanti hati kita senang pada melakukan ibadat kepada Allah swt serta menjauhkan tabiat-tabiat buruk yang menjadi kebiasaan.

Saya ingin mengajak diri saya dan saudara-saudara semua untuk membuat satu resolusi pada bulan Ramadhan ini sebagaimana orang membuat resolusi tahun baru tapi dengan sesuatu yang menjurus kepada pembentukan iman dan peningkatan amal. Rangkalah apa saja resolusi yang relevant dengan diri kita, samada hendak melakukan satu amal dengan istiqamah dan penuh iltizam atau untuk meninggalkan satu keburukan yang telah menjadi tabiat kehidupan.

Contoh-contoh resolusi:

1. Solat berjemaah di mesjid sekurang-kurangnya sekali dalam sehari
2. Solat subuh berjemaah di mesjid sekali seminggu
3. solat tahajjud sekali seminggu sekurang-kurangnya
4. solat dhuha setiap hari
5. baca Quran semuka sehari
8. Puasa sunat Isnin dan Khamis
9. Meninggalkan tabiat merokok
10. meninggalkan tabiat suka mencarut
11. Tidak menonton rancangan TV yang buruk
12. Mengelak dari bergaul bebas lelaki/perempuan bukan muhrim

Semuga kita dipanjangkan usia, disehatkan tubuh badan serta diberi kekuatan
untuk melaksanakan ibadat puasa seperti yang dikehendaki oleh Allah azawajal.
Amin Ya Rabb..

Siri 2

Bulan Ramadhan yang datangnya setahun sekali ini sudah tentunya menjanjikan pelbagai bentuk ganjaran bagi mereka yang berpuasa dengan taat - yakni hanya mengharapkan keredhaan Allah semata-mata. Mengenangkan perkara inilah maka hati kita dilanda keseronokkan atau kerana tak sabarnya kita menerima kedatangan bulan ini.

Ramadhan bagi umat Islam adalah merupakan satu bulan yang cukup istimewa. Bulan ini biasanya dikaitkan dengan makanan yang lazat dan aneka rasa. Malahan setengah-setengah jenis kueh mueh memang berkait rapat dengan bulan Ramadhan dan hanya dihidangkan pada bulan tersebut - menunjukkan istimewanya bulan ini, maka hidangannya juga mesti istimewa, lain dari hari-hari biasa. Bulan ini juga dikaitkan dengan keuntungan ekonomi yang berlipat ganda. Bagi masyarakat melayu di Malaysia, bulan ini menyediakan peluang perniagaan yang cukup baik. Juallah apa sahaja asal namanya makanan pasti habis dan menguntungkan. Umat Islam juga ghairah berbelanja pada bulan ini membeli juadah untuk berbuka puasa. Setiap seorang ternanti-nanti waktu berbuka puasa sehingga kemungkinan rancangan TV dan radio yang paling diminati ramai pada bulan tersebut ialah pengumuman waktu berbuka puasa dan imsak bagi setiap negeri. Bila masuk sahaja waktu berbuka maka seluruh ahli keluarga berkumpul mengelilingi meja yang penuh dengan berbagai jenis makanan dan minuman. Bagi orang-orang bujang mereka juga seronok berbuka puasa di mesjid-mesjid yang mengadakan majlis berbuka puasa untuk orang ramai. Mesjid-mesjid di kampung dan kota juga menyediakan bubur lambuk kegemaran ramai. Orang ramai pasti berpusu-pusu dengan bekas tupperware masing-masing selepas waktu asar untuk mendapat bahagian bubor masing-masing. Pendekkata bulan ramadhan adalah bulan untuk menjamu selera.

Di samping itu bulan Ramadhan juga merupakan bulan untuk bersedia menyambut hari raya. Malahan sekarang ini khabarnya tempahan untuk pakaian Hari Raya telah ditutup tiga bulan sebelum bulan Ramadhan lagi! Gedung- gedung perniagaan juga tidak ketinggalan mengambil peluang dari kedatangan bulan Ramadhan untuk melancarkan jualan murah Hari Raya. Orang ramai akan menghabiskan banyak masa membeli belah di gedung- gedung dan pasar raya. Baru sehari dua umat Islam berpuasa suasana berhari raya sudah dapat dirasakan. Kad-kad ucap Selamat Hari Raya juga mula membanjiri pasaran dengan pelbagai message untuk merangsang umat Islam berutus kad hari raya bukan sahaja kepada rakan, sanak dan famili tetapi juga kepada 'tunang' dan 'kekasih'. Suasana beraya semakin hidup dengan dendangan hari raya yang 'evergreen'. Pendekkata umat Islam tenggelam dalam keseronokkan menyambut kedatangan hari raya dalam bulan Ramadhan.

Kalau inilah 'farhan' atau keseronokkan yang kita kecapi di bulan Ramadhan maka nyatalah kita telah menyeleweng dari ruh Ramadhan yang sebenar. Kalau inilah bentuk keseronokkan yang kita tunggu-tunggu maka nyatalah kita telah menyimpang jauh dari apa yang dituntut dari kita oleh Allah swt sebagaimana yang ditunjukkan oleh baginda Rasulullah saw. Rasulullah saw dan para sahabat seronok dan rancak beribadat pada bulan Ramadhan sedang kita seronok dan rancak berpesta dan berhibur pada bulan itu. Rasulullah saw dan para sahabat meningkatkan ibadat mereka apabila bulan Ramadhan sampai ke penghujungnya dengan ibadat qiam dan i'tikaf sedang kita semakin Ramadhan sampai ke penghujungnya kita semakin tenggelam dalam keseronokkan berhibur, bersiap untuk menyambut kedatangan Hari Raya. Bila tiba 1 Shawal kitalah yang paling gembira kononnya dengan tidak disedari Hari Raya adalah untuk mereka yang berjaya mengisi makna Ramadhan dalam ertikata yang sebenar-benarnya.

Marilah kita bertekad pada bulan Ramadhan kali ini untuk mengisi makna Ramadhan yang sebenar dan seterusnya menikmati kemenangan yang dijanjikan bagi orang-orang mu'min apabila menjelangnya syawal.

Sabda Rasulullah saw: Bagi orang-orang yang berpuasa dua kegembiraan. Kegembiraan sewaktu berbuka (berhari raya) dan sewaktu menemui Tuhannya.

Semuga Allah beri kita kekuatan untuk menjalani ibadat berpuasa sebagaimana yang telah diamalkan oleh Rasulullah saw dan para sahabat serta menghindari kita dari 'lapar dan dahaga' yang sia-sia. Ameen Ya Rabb....

Siri 3

Allah swt telah berfirman dengan ayat yang sering dikumandangkan bila tibanya bulan Ramadhan. Ramai dari kalangan kita menghafal ayat ini atau setidak-tidaknya maksud ayat tersebut. Ramai juga dikalangan kita
yang tahu ayat ini dari surah mana dan nombor berapa. Ayat tersebut bermaksud "Wahai orang-orang beriman diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas umat yang terdahulu semuga kamu bertaqwa."

Jelaslah saum atau menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan puasa mempunyai satu matlamat yang khusus iaitu untuk mencapai ketaqwaan. Makna taqwa secara mudahnya ialah menuruti, mengia, melaksanakan dan menyuruh segala suruhan Allah dan menjauhi, membenci dan melarang segala tegahanNYA. Sebagai seorang muslim kita semua sudah maklum apa yang menjadi suruhan dan apa yang menjadi tegahan azawajal. Tanyalah kepada any average muslim person pasti mereka boleh menyenaraikan satu persatu apa dia suruhan Tuhan dan apa pula tegahannya. Suruhannya berupa amalan-amalan yang fardh seperti solat, berpuasa, membayar zakat, berbuat ihsan kepada kedua ibu bapa, berjihad, dsbnya...tegahannya pula termasuk meminum khamar (arak), berjudi, berzina, berkata bohong, mengumpat dll.

Timbul satu pertanyaan mengapa di dalam membentuk ketaqwaan ini Allah azawajal mewajibkan ibadah puasa sedangkan kita tahu berpuasa ertinya menahan diri dari makan, minum dan hubungan jenis pada siang hari (definasi syara'). Bukan sahaja makan benda haram (sememangnya haram) tetapi juga semua jenis makanan yang dihalalkan pada hari-hari yang lain. Kita dihalalkan mendatangai isteri yang sah tetapi diharamkan bagi kita melakukan perbuatan suami isteri tersebut pada siang hari Ramadhan. Mengapa demikian? Ini memberikan kita satu isyarat bahawa kita melakukan atau meninggalkan sesuatu pekerjaan dalam kehidupan ini semata-mata kerana mentaati Allah swt. Kita meninggalkan perbuatan maksiat kerana beriman bahawa Allah telah mengharamkan kita untuk melakukannya. Kesediaan kita berpuasa dari perkara yang halal sekalipun menunjukkan bahawa meskipun Allah swt mengharamkan sesuatu yang halal kita tetap akur dan sama sekali tidak akan mempersoalkan segala titah perentahNYA.

Inilah matlamat puasa iaitu untuk membentuk peribadi yang sedia mematuhi Allah dalam semua perkara. Jika manusia mampu untuk menahan dirinya dari sesuatu yang dibenarkan hanya semata kerana mentaati Allah maka sudah barang tentu lebih mudah bagi dirinya menjauhi perkara yang sudah sedia haram. Manusia-manusia sedemikian tidak akan mempersoalkan serta berdolak dalih lagi dengan hudud (batas-batas syara'). Sekiranya Allah swt mengatakan perbuatan pergaulan bebas di antara lelaki wanita itu haram maka dia akan menjauhinya dan akan berusaha untuk mengujudkan satu suasana di dalam masyarakat di mana perbuatan pergaulan bebas ini dapat dibenteras. Apabila sesuatu perbuatan itu dihukumkan haram samada dari nas al-Quran, hadis atau ijma' ulama maka dia akan berusaha untuk meninggalkannya tanpa memberi sebarang alasan. Dia bersedia untuk melaksanakan semua perentah Allah meskipun orang lain mengatakan tindakannya itu merugikan dan menjejas ekonomi negara.....

Semuga Ramadhan kali ini membentuk peribadi-peribadi yang sedia mematuhi segala peraturan Rabb dalam diri-diri kita. Amin Ya Rabb...

Siri 4

Ibadah puasa merupakan suatu institusi latihan yang wajib dilalui oleh setiap manusia muslim. Institusi ini membekalkan latihan yang sangat dan terbukti keberkesanannya. Siapapun yang mendaftar diri kemudian melalui modul-modul yang ditetapkan akan keluar sebagai pelatih berjaya dan bersedia untuk menempuh cabaran-cabaran kehidupan di dalam menjunjung perentah Allah swt.

Institusi ini memulakan sessinya pada 1 Ramadhan setiap tahun hijriah dan tempuh latihannya memakan masa selama sebulan penuh. Penyertaan adalah terbuka kepada setiap muslim lelaki dan wanita malahan diwajibkan bagi semua yang melayakkan dirinya sebagai muslim. Sinopsis kursus yang disediakan secara rengkasnya meliputi dua aspek penting iaitu kawalan/pendisiplinan diri pada siang hari dan pembentukan/pembinaan rohani pada sebelah malamnya. Kursus adalah dalam bentuk yang intensif dan kedua-dua aspek latihan ini adalah dalam bentuk yang bersepadu. Peserta kursus dikehendaki melakukan perkara-perkara berikut:

1. Menahan diri dari makan, minum dan perhubungan jenis suami-isteri
pagi sampai senja
2. Menahan semua pancaindera dari melakukan sesuatu yang tidak
dibenarkan oleh syara' (menjaga mata, telinga, lidah, sentuhan,
appendages - kaki/tangan)
3. Mengawal fikiran dari memikirkan sesuatu yang tidak baik
4. Mengawal diri dari sifat-sifat yang buruk (mazmumah)
5. Menjaga, memperbaiki serta mempertingkat amalan-amalan fardh
serta memperbanyakkan amalan-amalan nawafil (solat sunat berupa
terawikh, tahajjud dsbnya)
6. Membaca serta mentadabbur al-Quran
7. mengeluarkan sedeqah yang wajib (zakat fitrah dan mal) dan sunat.
8. Mengurangkan tidur
9. Memperbanyakkan i'tiqaf

Peserta juga diberi peluang untuk menikmati iftar (berbuka puasa) dan suhur masing-masing pada sebelah maghrib dan sebelum masuknya fajar yang turut dikira dalam penilaian kursus.

Di samping itu pada 10 malam terakhir ada satu malam yang dirahsiakan (malam yang ganjil mengikut pandangan sebahagian besar ulama') di mana mereka yang beramal dengan cemerlang pada malam tersebut akan memperoleh 'Lailatulqadr' iaitu mendapat ganjaran sama seperti mereka yang beramal selama 1000 bulan. Ini merupakan insentif yang amat menarik bagi semua peserta kursus.

Peserta yang berjaya melalui kursus ini dengan cemerlang akan mendapat rahmat, keampunan dan jaminan kebebasan dari api neraka Allah swt. Di akhir kursus semua peserta yang berjaya akan diraikan dalam majlis Eid Fitr (Hari Kejayaan) di mana mereka beramai-ramai bertakbir, bertahmid dan bertasbih dalam suasana penuh syahdu dan keimanan.

Kursus ini wajib dilalui setahun sekali setiap kali tibanya Ramadhan dan semua peserta harus kembali mendaftar diri selama mereka masih hidup kecuali mereka yang dikecualikan oleh syara' (atas sebab-sebab tertentu seperti sakit yang tidak mengizinkan, hilang aqal dll).

Mahu lihat keberkesanan kursus ini sila lihat kepada 'batch' paling cemerlang yang mengikuti latihan yang sama 1400 tahun yang silam (iaitulah Rasulullah saw dan para sahabat radiallahu ajmain).

Saudara-saudari sudah mendaftar diri?

Maa ashobani min hasanatin faminallah...wamaa ashobani min sayyiatin famin nafsi (segala yg baik tu dari Allah dan yg buruk tu dari diriku)
Wallahu a'lam bishowaab.Wassalam

posted by scouser at 6:47 PM

 

~ Tuesday, September 21, 2004



Bismillaahirrahmaanirraheem...

Petunjuk suami, isteri nikmati rumah tangga bahagia
Oleh Prof Madya Maznah Daud

Beberapa perangkaan terkini menunjukkan ramai wanita berkerjaya dan profesional lebih suka memilih untuk hidup sendirian. Trend ini, amat membimbangkan jika tidak diambil perhatian. Kempen kesedaran untuk menggalakkan wanita solo mendirikan rumah tangga perlu dilakukan bersungguh-sungguh dari sekarang.

Setiap makhluk dijadikan Allah berpasang-pasangan. Perkara ini seperti firman-Nya yang bermaksud: "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan makhluk-makhluk semuanya berpasangan; sama ada daripada yang ditumbuhkan bumi, atau daripada diri mereka sendiri, atau daripada apa yang mereka tidak mengetahuinya." (Surah Yassin, ayat 36) Justeru, kaum lelaki tidak boleh hidup tanpa wanita dan wanita tidak boleh hidup tanpa lelaki. Kedua-duanya saling memerlukan antara satu sama lain.

Untuk memenuhi keperluan ini, Allah mensyariatkan perkahwinan.

Perkahwinan dalam Islam bukan sekadar untuk memenuhi tuntutan biologi terhadap satu sama lain, malah satu daripada tanda kekuasaan dan kebesaran Allah Yang Maha Esa (lihat surah ar-Rum, ayat 21). Iaitu kekuasaan-Nya menyatukan dua makhluk yang berlainan jantina serta mempertautkan hati kedua-duanya dengan ikatan kasih mesra yang amat mendalam.

Kedua-duanya diibaratkan seperti pakaian isteri adalah pakaian bagi suami dan suami pula pakaian untuk isteri.

Firman Allah bermaksud : "Isteri-isteri kamu itu adalah sebagai pakaian bagi kamu dan kamu pula sebagai pakaian bagi mereka." (Surah al-Baqarah, ayat 187)

Pakaian adalah sesuatu yang paling hampir dengan diri setiap insan, juga sesuatu yang diperlukannya setiap masa. Pakaian juga berperanan melindungi manusia daripada bahaya kepanasan dan kesejukan, di samping menutupi keaiban atau sesuatu yang tidak elok dipandang orang.

Maka, suami baik ialah yang menyayangi serta melindungi isterinya dari perkara berbahaya atau memudaratkannya. Suami ialah ketua keluarga yang bertanggungjawab memastikan isterinya memperoleh keperluan hidup seperti tempat tinggal, makanan dan pakaian yang secukupnya. Suami juga hendaklah membimbingnya agar selamat daripada api neraka.

Firman Allah bermaksud: "Kaum lelaki itu ialah pemimpin dan pengawal yang bertanggunjawab terhadap kaum perempuan, oleh sebab Allah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain, dan juga kerana orang lelaki telah memberi nafkah daripada harta mereka..." (Surah an-Nisa, ayat 34)

Dan firman-Nya lagi bermaksud: "Wahai orang yang beriman! Peliharalah diri dan keluarga kamu daripada neraka yang bahan-bahan bakarannya dari manusia dan batu..." (Surah at-Tahrim, ayat 6)

Sebagai ketua, suami diperintahkan supaya melayan dan menggauli isterinya dengan cara baik seperti dalam firman Allah bermaksud: "Dan bergaullah kamu dengan mereka (isteri-isteri kamu itu) dengan cara yang baik..." (Surah an-Nisa, ayat 19)

Menurut Ibn Kathir, ayat ini membawa maksud suami wajib bercakap dengan isteri dengan tutur kata yang elok dan sentiasa berkelakuan baik. Begitu juga menjaga penampilan diri agar kemas dan menarik seperti dia suka melihat isterinya sentiasa bersih, cantik, taat dan bersopan santun.

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha, dalam tafsir al-Manar pula menambah bahawa mengurangkan pemberian nafkah daripada sepatutnya serta menyakiti isteri dengan kata-kata atau perbuatan, selalu masam dan mengerutkan muka ketika berhadapan dengannya, semua itu berlawanan dengan perintah supaya bergaul dengan cara yang baik.

Suami bertanggungjawab memenuhi keperluan fizikal dengan menyediakan makanan, pakaian dan tempat tinggal serta keperluan kerohanian dengan didikan agama, keperluan emosi dengan kata-kata yang indah serta layanan yang mesra.

Suami juga bertanggungjawab memenuhi keperluan seksual atau sering diistilahkan sebagai nafkah batin isterinya.

Al-Bukhari meriwayatkan bahawa Rasulullah berkata kepada Abdullah bin 'Amru bin Al-'As: "Wahai Abdullah! Aku diberitahu bahawa engkau berpuasa pada siang hari dan bersembahyang sepanjang malam. Betulkah begitu? Abdullah menjawab: "Betul ya Rasulullah."

Maka, Rasulullah berkata kepadanya: "Jangan lakukan begitu. Puasa dan berbukalah. Bangun dan tidurlah. Sesungguhnya jasad kamu ada hak, mata kamu ada hak dan isteri kamu ada hak ke atas kamu."

Dalam hal ini, Imam Al-Qurtubi berkata: "Suami hendaklah mengambil tahu bila isterinya mempunyai keinginan, maka wajib baginya memenuhi keinginan dan menyelamatkannya daripada mengingini lelaki lain.

Jika dia lemah dan kurang mampu melaksanakan kewajipannya di tempat tidur, hendaklah dia mengambil ubat bagi menguatkan syahwatnya demi memelihara kesucian isterinya."(Tafsir Al-Qurtubi, jil 3, muka 124)

Pandangan ini dengan sendirinya menolak anggapan sesetengah pihak yang mengatakan wanita adalah objek seks atau pemuas nafsu kaum lelaki semata-mata. Islam mengiktiraf wanita juga dibekalkan dengan keinginan semula jadi yang tidak harus diabaikan.

Malah, apa yang dilakukan oleh seorang suami untuk memenuhi tuntutan seksual isterinya dikira ibadat.

Dalam hal ini, Rasulullah bersabda maksudnya: "Dan pada alat kelamin kamu itu ada sedekah." Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah! Apakah jika salah seorang daripada kami memuaskan nafsu syahwatnya dia mendapat pahala?"

Baginda menjawab: "Bukankah dia mendapat dosa jika dilepaskan syahwatnya itu dengan cara yang haram?

Maka jika dia melepaskan syahwatnya dengan cara yang halal dia akan mendapat pahala." (Hadis riwayat Muslim)

Oleh itu, dalam memberikan nafkah batin kepada isteri, suami tidak harus mementingkan kepuasan dirinya semata-mata. Malah, kepuasan isteri juga mesti diambil kira.

Sebab itulah Rasulullah melarang melakukan azal terhadap isteri kecuali dengan izinnya. (Maksud hadis riwayat Ahmad dan Ibn Majah daripada Umar bin Al-Khattab)

Sehubungan itu, fuqahak mengatakan: "Suami harus menggauli isterinya pada bila-bila masa, selama tidak mengganggunya (isteri) menunaikan perkara yang wajib atau boleh mendatangkan mudarat kepadanya. Jika membawa mudarat, tiada hak bagi suami menggaulinya kerana itu tidak termasuk dalam pergaulan yang baik." (Kasyful-Qanna', jil 3, muka 111)

Jika suami baik itu ialah yang menyayangi serta melindungi isterinya, maka isteri yang baik pula dijelaskan dalam firman Allah bermaksud: "Maka perempuan-perempuan yang solehah itu ialah yang taat, dan yang memelihara (kehormatan dirinya dan apa juga yang yang wajib dipelihara) ketika suami tidak hadir bersama, dengan pemeliharaan Allah dan pertolongan-Nya..." (Surah an-Nisaa, ayat 34)

Ciri utama yang mesti dimiliki oleh isteri yang baik ialah taat, layanan baik sama ada dengan perbuatan dan tutur kata.

Nas di bawah menunjukkan betapa besarnya kewajipan isteri dalam mentaati suami.

Antaranya sabda Rasulullah bermaksud: "Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada seseorang yang lain, nescaya aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suami mereka dengan sebab besarnya hak suami yang diletakkan Allah ke atas mereka." (Hadis riwayat Abu Daud)

Dalam hadis lain, Baginda bersabda maksudnya: "Mana-mana perempuan yang tidur pada malam hari, sedangkan suaminya reda terhadapnya, dia masuk syurga." (Hadis riwayat at-Tirmizi daripada Ummu Salamah)

Dengan terlaksananya hak serta tanggungjawab terhadap satu sama lain, akan terbina keluarga bahagia dan rumah tangga sejahtera.

Maa ashobani min hasanatin faminallah...wamaa ashobani min sayyiatin famin nafsi (segala yg baik tu dari Allah dan yg buruk tu dari diriku)
Wallahu a'lam bishowaab.Wassalam

posted by scouser at 4:33 PM

 

~ Monday, September 20, 2004



Bismillaahirrahmaanirraheem...

SIAPAKAH KHAULAH AZWAR (PEJUANG MISTERI) part 2

SAHURA

Sewaktu menyertai perang Sahura, Khaulah dan beberapa orang wanita telah ditawan oleh musuh. Mereka telah dikurung dan dikawal rapi beberapa hari lamanya tanpa senjata untuk melepaskan diri.

Nampaknya tidak ada cara lain yang paling berkesan melainkan membakar semangat sahabat-sahabatnya yang lain, agar dapat bertindak pantas sebelum musuh mengapa apa-apakan mereka. Khaulah sedar ALLAH sendiri memberi jaminan bahawa kekuatan jiwa boleh mengalahkan kekuatan senjata. Maka Khaulah pun berkata :

"Wahai sahabat2ku yg sedang berjuang di jln ALLAH, apakah saudari2 sanggup menjadi tukang2 picit org Rom? Apakah juga saudari semua sanggup menjadi hamba2 org kafir yg dilaknati itu. Relakah saudarai dihina & dicaci maki oleh org Rom durjana itu? Dimanakah letaknya harga diri saudari sbg seorang pejuang yg rindukan SYURGA ALLAH. Dimanakah letak kehormatan saudari sebagai seorang ISLAM yg bertaqwa? Sesungguhnya mati itu adalah lbh baik bg kita semua dpd menjadi hamba2 org Rom."

Seorg dpd mereka menjawab, "sesungguhnya apa yg engkau katakana itu adalah benar, demi ALLAH, kami semua mempunyai harga diri. Pedang lbh berguna dalam keadaan begini. Kalau kita lalai umpama kambing yg tidak bertanduk tifak (mempunyai senjata). Masing2 mengemukakan berbagai pendapat & semuanya menunjukkan ingin mati syahid. Tidak seorgpun yg mahu menjadi tukang picit org Rom. Tetapi malangnya mereka tidak mempunyai senjata hatta sebilah pisau pun tidak ada. Tetapi Khaulah tidak mati akal dia terus menjawab:

"Wahai wanita2 MUSLIMIN sekalian, tiang2 & tali khemah ini sgt berguna bg kita & cukuplah ini saja senajata kita. SYAHID lbh baik bg kita & inilah saja cara yg terbaik utk kita melepaskan diri dari kehinaan ini, sebelum mereka dapat menyentuh kita atau menyentuh salah seorg dari kita. Mari kita bersumpah utk bersatu dalam hal ini utk menyerah diri kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH akan menolong org2nya yg menolongNYA."

Masing2 menjwb, "Demi ALLAH segala2nya katamu itu adalah benar. Kami tidak rela hidup dihina, SYAHID lbh baik bg kami dpd hidup menanggung malu".

Tekad para tawanan ini sdh bulat. Setelah menetapkan harinya maka mereka pun melaksanakan keputusan yg dibuat. Sebelum itu mereka berdoa sungguh2 pd ALLAH & bertaubat dgn segala dosa yg lalu. Menangislah & merayu memohon campakkan dm hati mereka kekuatan jiwa yg kuat & semoga ALLAH memudahkan pekerjaan & berharap semoga dtglah bantuan2 ghaib utk menolong mereka. Khaulah tlh memimpin segala urusan dlm pekerjaan berat itu, dia menyandang tiang kayu siap utk berjuang. Sebelum itu dia memberi taklimat kpd anak2 buahnya.

"Wahai sadari, jgn sekali2 gentar & takut. Kita semua harus bersatu dlm perjuangan ini & jgn ada yg terkecuali, patahkan tombak mereka, hancurkan pedang mereka, baca takbir banyak2 & & yg penting ialah saudari mesti KUATKAN HATI SAUDARI SEMUA. Insya-ALLAH PERTOLONGAN ALLAH SUDAH DEKAT."

BENCANA

Begitulah keyakina Khaulah, berkat keberaniannya mereka semua terselamat dari segala bentuk bencana itu. Setelah mengikat segala yg perlu, dia diikuti oleh Ifra Bt Ghaffar, Ummi Bt Utbah, Salamah Zari', Ran’ah Bt Amalun, Salmah Binti Hu'man & seluruh wanita lainnya. Khaulah mendahului memukul pengawal dgn tiang yg dibawanya lalu menamatkan riwayat tersebut. Wanita2 lain bila melihat itu, maka msg2 bersedia menyerang pengawal2 lain & bertempurlah mereka dgn gagah berani.

Org2 Rom ketakutan krn serangan yang dtg secara tiba2. Khaulah berjaya merampas sebuah tombak lalu digunakan utk bertempur sdgkan tiang ditangan kanannya digunakan sbg melindungi dirinya dari tusukan tombak & tebasan pedang. Akhirnya ia & semua wanita berjaya mencerai beraikan pasukan Rom & dpt mereka melepaskan dirinya dari tusukan tombak & tebasan pedang.

Akhirnya Khaulah & semua wanita berjaya mencerai beraikan pasukan Rom dpt mereka melepaskan diri dari kafir durjana dan kembali ke pasukan ISLAM dgn selamtnya. Begitulah kisah seorg MUJAHIDAH ISLAM yg begitu gagah berani berjuang & bertempur krn ALLAH. Sehingga krn itu dia mendapat gelaran tertinggi dari ALLAH swt. Jika KHALID BIN WALID adalah PEDANG ALLAH dari kalangan lelaki maka KHAULAH AZWAR adalah PEDANG ALLAH dari kalangan WANITA. Khaulah meninggal dunia di akhir pemerintahan Khatifah Usman Bin Affan.

Sesungguhnya kebangkitan ISLAM bermula sekarang. Sekiranya ALLAH menghendaki berlaku peperangan maka bersedialah kita semua wahai WANITA beriman utk menjadi KHAULAH Akhir Zaman . Yang sanggup mempertahankan ISLAM dgn jiwa & raganya. Dan kalau kita mengaku CINTA kita kpd ALLAH & RASUL MAKA KITA JUGA SANGGUP MENGORBANKAN DIRI KITA UTK PERJUNGAN ISLAM..

Maa ashobani min hasanatin faminallah...wamaa ashobani min sayyiatin famin nafsi (segala yg baik tu dari Allah dan yg buruk tu dari diriku)
Wallahu a'lam bishowaab.Wassalam

posted by scouser at 10:10 PM

 

~ Sunday, September 19, 2004



Bismillaahirrahmaanirraheem...

SIAPAKAH KHAULAH AZWAR (PEJUANG MISTERI) part 1

Semoga Kisah ini menjadi suntikan pd kita dlm bermujahdah,Insya-ALLAH.Sewaktu pertempuran sengit berlaku antara tentera ISLAM yang dipimpin oleh KHALID IBNU WALID dengan tentera Kafir Romawi, telah terjadi suatu peristiwa yang menakjubkan. Peristiwa itu telah meninggalkan sejarah gemilang kepada para pejuang ISLAM lain untuk mencontohinya. Sejarah tetap tinggal sejarah . Dan sejarah ini akan menjadi suatu kenangan indah kepada umat ISLAM, sebagaimana umat dulu membangunkannya.

MENYERBU

Peristiwa ini terjadi kepada seorang pejuang misteri yg tlh menyerbu ke tengah musuh yg begitu berani, meluncur dengan kudanya meninggalkan para tentera berkuda yg lain di belakang melompat ke tengah medan PERJUANGAN. Pejuang misteri itu telah menerkam dan merobek musuh dgn pedang dan tombak yg dibawanya. Dgn sekali hayun sahaja, 3 org musuh jatuh tersungkur menyembah bumi.

Panglima Khalid Ibnu Walid kagum dgn pejuang misteri itu. Dan menjadi tanda tanya beliau siapkah pejuang misteri itu. Dan menjadi tanda tanya beliau siapakah pejuang yg begitu gigih dan berani menentag musuh. Orgnya tinggi lampai, berpakaian serba hitam, yg kelihatan hanya kedua belah matanya yg sgt tajam pandangannya, di pinggang tersisip pisau belati dgn baju besinya yg hampir tidak kelihatan kerana tertutup oleh pakaian labuhnya. Khalid Segera memacukan kudanya dgn diikuti oleh tentera2 Muslimin yg lain ke tempat pejuang misteri yg sdg menggasak musuh & membuat pihak lawan gempar & bimbang masing2 cuba lari menyelamatkan diri.

TAWAKAL

Pejuang misteri terus mendesak kesana kemari dgn penuh yakin & tawakal. Sedikit pun tidak memberi kesempatan pihak musuh mengambil bahagian dlm pertempuran itu. Beliau memainkan tombaknya bagaikan singa lapar yg sdg menerkam mangsanya dan tombak itu menari2 di barisan musuh membuatkan mereka kucar- kacir, seolah2 bg mereka ada tombak yg sdg kehausan darah.

Tentera ISLAM begitu bangga, begitu juga panglima Khalid Ibnu Walid. Mereka kagum dgn pejuang misteri itu. Masing2 menggeleng kepala takjub bercampur syukur krn dikurniakan pejuang yg begitu berani seperti itu maka Khalid pun mengambil kesempatan memberi semangat kepada tentera ISLAM yg lain dgn berkata "Wahai tentera ISLAM, MAJULAH, BERJUANGLAH bantu pembela Agama ALLAH ini, perkuatkanlah kedudukan org yg sendirian itu"

Khalid pun bagaikan terbang menuju pejuang misteri yg sudah memperlihatkan contoh itu, diikuti oleh org2 ISLAM lainnya. Disentakkan tali kekang kuda dan dihunuslah tombak utk melindungi & memberikan bantuan buat pejuang misteri. Tapi pejuang misteri itu tidak sedar diri. Ia sudah di kepong oleh tentera Rom, ttp ia terus berperang & menghabiskan mereka semua sehingga dapat kembali ke tengah pasukan ISLAM dgn berpakaian bergelumang dgn darah.

"ALLAHU AKHBAR" Pekik Khalid. "ALLAHU AKHBAR" pekik tentera ISLAM semuanya maka medan pertempuran itu bergetar dgn pekikkan takbir. Mereka hampiri pejuang misteri itu. "Demi ALLAH yg tlh melindungi seorang pejuang yg tlh membela agamanya dan menentang org musyrik habis2an. Tlg bukakan tutup muka kamu" kata mereka. Ttp pejuang misteri itu tidak menjwb, ia trs menyerbu ke tgh2 pasukan kufur itu sehingga seakan-akan angin puting beliung di tgh2 pasukan musuh. Khalid terus mengejarnya, sambil mendekati ia meminta "Hai kamu, kecut hati kami semua melihat engkau.Siapakah engkau?"

Aku ialah KHAULAH BINTI AZWAR. Aku melihat abgku Dhirar tertangkap. Lalu aku dtg utk menolongnya utk membebaskan dia yg berperang krn ALLAH, jwbnya. Semua tentera ISLAM termasuk panglima mereka Khalid Bin Walid tidak menyangka bahawa pejuang misteri itu adalah seorg wanita. Ketangkasan & keberaniannya mengalah 1000 org lelaki kafir. Khaulah berjuang tanpa henti2nya, sehinggalah berakhirnya pertemputan itu dgn KEMENANGAN mutlak di tgh tentera Muslimin.

PULANG

Namun Khaulah pulang dgn perasaan sedih krn tidak memperolehi berita tentang saudara kandungnya. Ditanya kpd setiap org ISLAM tentang saudara kndgnya namun tiada jawapan. Kesedihannya itu tidak dpt ditanggungnya lagi, lalu menangislah ia & pilu ia berkata "Wahai saudaraku, dimanakah engkau berada, di gurun manakah mereka melemparkanmu. Andaikata aku tahu dimanakah engkau berada sekarang pasti akan aku dtg. Kau biarkan api kerinduan di dlm dada saudaramu ini tidak padam2. Salamku buat dirimu saudaraku, Sampaikan kita berjumpa nanti" Menangislah seluruh pasukan ISLAM mendengar rantapannya itu. Setiap org bertekad utk menebus air matanya. Dgn takdir ALLAH dtg serombongan pasukan Rom menuju kearah mereka. Khaulah, Khalid dan seluruh tentera ISLAM bersiap. Tetapi rombongan itu menjatuhkan senjata mereka. Mereka meminta damai. Permintaan itu diterima dgn secara syarat.

Khalid bertanya kpd ketua rombongan itu ttg Dirar Bin Azwar. Ia berkata bahawa Dhirar tlh berjaya mnewaskan seorg putera raja sejumlah besar pasukan mereka, lalu mereka menghadapainya bersama2. Ia dpt ditangkap & dikirim kpd Raja mereka utk dilihatnya dgn mata kepala sendiri. Dhirar di tawan dan di hantar ke Homs dgn pengawalan seratus tentera berkuda. Tetapi perjalanan itu jauh dan menggembirakan Khalid. Dgn segera ia memanggil Rafibin Umairah krn dia arif tentang kedudukan padang pasir, dan lagi ia adalah seorg yg bijak dalam mengatur siasah dan teknik perjuangan. Kebetulan Khaulah terdengar berita tentang penyerangan itu lalu segera ia memakai baju besi, memasang pedangnya & menggenggam tombaknya lalu meminta kpd panglima Khalid agar dia dibenarkan ikut bersama.

MUSUH

Pasukan itu berangkat, mereka mengambil jalan pintas dan akhirnya bertemulah mereka dgn pasukan musuh itu. Ketika rombongan itu sudah dekat ternampaklah Khaulah dan abgnya Dhirar, sdg dikawal ketat oleh musuh2 itu. Dan dgn krn itulah beluah pun bertakbir. Takbirnya itu disambut oleh pasukan berkuda yg lain maka bergemalaah lembah itu dgn takbir, "ALLAH HU AKHABAR!". ALLAH swt mendengar gema takbir itu, lalu didtgnya bantuan ghaib dari Rijalullah iaitu org2 ALLAH dan akhirnya KEMENANGAN PASTI DI PIHAK YG BENAR. . Khaulah segera mendptkan Dhirar dan tentera2 ISLAM merampas semua yg mereka bawa & kemudian pulanglah mereka kpd Khalid Ibnu Walid. Begitulah kisah pejuang misteri yg tlh mencatit sejarah gemilang. Tidak semua wanita memiliki sifat berani & daya perjuangan yg tinggi. Berani meletakkan dirinya sbg benteng pertahanan ISLAM dpd ditembusi oleh musuh2 ALLAH swt. Yg mati & hidupnya utk ALLAH & RASUL. Mahukan ISLAM terus subur di maya pd ini. Biar dirinya berkorban demi melihat masa depan Ummah ttp diselubungi kebenaran & tersingkirlah segera kekufuran.

Maa ashobani min hasanatin faminallah...wamaa ashobani min sayyiatin famin nafsi (segala yg baik tu dari Allah dan yg buruk tu dari diriku)
Wallahu a'lam bishowaab.Wassalam

posted by scouser at 10:37 PM